Daerah  

Pasca Sorotan Pelayanan dan Kebersihan Pelabuhan, Plt Kepala UPT ASDP Bira Angkat Bicara

BULUKUMBA, JEJAKPANRITA.COM — Pasca mendapat sorotan terkait pelayanan dan kondisi kebersihan di kawasan Pelabuhan Bira, Plt. Kepala UPT ASDP Bira, Ikrar Mallarangeng, angkat bicara memberikan penjelasan terkait kondisi yang terjadi di lapangan.

Ikrar Mallarangeng menjelaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab ganda karena selain menjabat sebagai Plt. Kepala UPT ASDP Bira, dirinya juga menjabat sebagai Kepala Kantor UPT Sapras dan LLAJ Wilayah Parepare.

Menurutnya, keberadaan dirinya di Pelabuhan Bira tetap menjadi bagian dari tanggung jawabnya dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

“Sebagai Plt. Kepala UPT saya selalu berada di tempat tugas, terkecuali hari Sabtu karena kembali ke Makassar untuk berkumpul dengan keluarga. Hari Minggu saya tetap kembali bertugas untuk pelayanan di Pelabuhan Bira,” jelas Ikrar.

Terkait persoalan sampah yang menjadi sorotan, Ikrar mengatakan bahwa sebagian sampah yang berada di kawasan Pelabuhan Bira merupakan sampah kiriman dari luar yang terbawa arus dan angin, terutama saat musim timur.

“Kondisi sampah yang ada di Pelabuhan Bira itu merupakan sampah kiriman dari luar setiap musim timur. Hal tersebut memang cukup sulit untuk diantisipasi, namun kami tetap berupaya melakukan pembersihan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya terus berupaya menjaga kebersihan pelabuhan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan personel.

“Sebagai kantor yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, tentunya kami tidak mampu membuat semua orang puas. Tetapi kami telah melakukan upaya maksimal dengan keterbatasan anggaran yang ada,” katanya.

Ikrar juga membeberkan sejumlah langkah yang dilakukan pihak UPT ASDP Bira dalam menjaga kebersihan. Salah satunya melalui kegiatan rutin Kamis Bersih yang melibatkan personel yang tersedia.

Selain itu, setiap sore setelah pemberangkatan kapal pada trip terakhir, petugas kebersihan melakukan pembersihan di area ruang tunggu maupun tempat parkir.

Ia mengakui bahwa pada hari Kamis dan Jumat, aktivitas di Pelabuhan Bira biasanya mengalami peningkatan. Penumpukan truk maupun rombongan bus yang menunggu antrean keberangkatan membuat jumlah penumpang meningkat dan berdampak pada volume sampah.

“Dengan keterbatasan personel, kami tetap memaksimalkan pelayanan dan kebersihan. Hanya saja pada saat itu volume sampah memang banyak karena banyaknya penumpang,” ungkapnya.

Menurut Ikrar, pihaknya juga telah menyediakan sejumlah tempat sampah di area pelabuhan. Namun, kondisi angin kencang terkadang membuat sampah berserakan.

“Tong sampah banyak yang kami sediakan di area pelabuhan. Cuma sekarang anginnya kencang sehingga membuat sampah banyak berserakan. Tetapi setelah pemberangkatan trip terakhir, sampah-sampah tersebut kami bersihkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ikrar mengungkapkan bahwa UPT ASDP Bira saat ini masih mengalami kekurangan personel. Total personel yang tersedia hanya 5 orang ASN dan 5 orang pegawai PPPK.

Jumlah tersebut, kata dia, masih jauh dari kebutuhan untuk memberikan pelayanan secara maksimal, terlebih aktivitas Pelabuhan Bira cukup padat.

“Kami kekurangan staf. Saat ini hanya ada 5 orang ASN dan 5 orang pegawai PPPK. Jumlah ini masih jauh dari cukup untuk melakukan pelayanan yang lebih maksimal,” tuturnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pihaknya telah mengajukan nota dinas terkait permintaan penambahan personel sekaligus kebutuhan anggaran pada perubahan anggaran.

Pengajuan tersebut antara lain untuk pengadaan atau perbaikan lampu jalan, mesin pompa air serta penambahan tenaga cleaning service.

“Kami juga telah mengajukan nota dinas untuk penambahan staf dan penambahan anggaran di perubahan, antara lain untuk lampu jalan, mesin pompa air dan tenaga cleaning service,” pungkasnya.

Pihak UPT ASDP Bira berharap adanya dukungan penambahan personel dan anggaran tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta kebersihan di kawasan Pelabuhan Bira ke depannya.