Bulukumba,Jejakpanrita.com – Seorang pria di Bontobahari memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang beredar dan menyebut dirinya sebagai pelaku kekerasan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar, dan justru dirinya yang selama ini menjadi korban penganiayaan oleh seorang perempuan (Sl)
Menurut penuturannya, kejadian penganiayaan yang dialaminya bukan hanya sekali atau dua kali, melainkan sudah berulangkali. “Setiap saya ketemu, saya dipukuli dan motor saya dirusak. Sudah sering,” ungkapnya.
Ia mengaku sebenarnya telah lama ingin melapor ke Polsek, namun selalu dicegah oleh pak Binmas (Sl) yang beralasan akan menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. Bahkan babinkamtibmas disebut telah menemui perempuan (Sl) dan mendapat janji bahwa (Sl) tidak akan lagi memukul maupun merusak motor miliknya.
Namun janji itu tak bertahan lama. Ia menceritakan bahwa pada malam Kamis sekitar pukul 01.00 WITA, saat ia berada di rumah istrinya, perempuan (Sl) tiba-tiba datang dan menabrak pintu menggunakan motor. Perempuan itu lalu masuk ke kamar dan melempar piring ke arahnya.
“Rambut saya dijambak. Saya hanya duduk diam. Setelah itu dia keluar ambil sapu gagang besi dan memukul saya sampai baju kiri saya kena, sampai sekarang masih biru,” jelasnya.
Merasa kesakitan karena dipukul dan dijambak, ia akhirnya berdiri dan mengatakan bahwa dirinya sudah lelah diperlakukan seperti itu. Mendengar itu, perempuan (Sl) dikatakan mundur dan pergi menggunakan motornya.
Tidak berhenti di situ, saat hendak pergi, (Sl) disebut sengaja menabrakkan motornya ke motor milik korban hingga jatuh dan lecet.
Ia berharap klarifikasi ini bisa meluruskan pemberitaan yang dianggapnya merugikan, serta membuka jalan untuk proses hukum yang lebih adil. Menurutnya, segala bukti luka dan kerusakan motor masih ada sebagai penguat laporan.












