KOLAKA TIMUR, JEJAKPANRITA.COM— Tiga titik akses penyeberangan masyarakat di jalur menuju Desa Alaaha, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur, disorot warga karena dinilai rawan, terutama saat musim hujan.Minggu Oktober 2026
Tiga titik tersebut masing-masing berada di wilayah Ueesi, wilayah Ahilulu, dan jembatan di Desa Alaaha.
Menurut keterangan warga, dua titik penyeberangan di wilayah Ueesi dan Ahilulu hingga kini belum memiliki jembatan. Sementara jembatan di Desa Alaaha disebut pernah dibangun pada masa Pj. Bupati Kolaka Timur Tony Herbiansyah periode 2013–2015.
Warga menyebut kondisi paling sulit terjadi ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat. Jalur tersebut juga digunakan guru dan siswa untuk menjalankan aktivitas pendidikan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak menunggu sampai terjadi kecelakaan atau korban untuk melakukan penanganan.
Informasi mengenai kondisi fisik dan riwayat pembangunan tersebut merupakan keterangan masyarakat yang masih perlu diverifikasi melalui peninjauan lapangan dan data teknis pemerintah.
Sorotan tersebut mendapat perhatian dari Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK).
Ashar Fasahi, aktivis sekaligus Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Sulawesi Tenggara GISK, meminta Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur segera turun melakukan pemeriksaan terhadap tiga titik tersebut.
“Kami meminta kepada pemerintah daerah agar tiga titik rawan tersebut segera dituntaskan. Jangan sampai menunggu anak-anak sekolah menjadi korban, baru kemudian ada tindakan dari pemerintah. Kami berharap hal seperti itu tidak terjadi,” tegas Ashar Fasahi.
GISK meminta pemerintah terlebih dahulu melakukan verifikasi kondisi masing-masing titik untuk menentukan kebutuhan penanganan, baik pembangunan jembatan, perbaikan maupun pengamanan sementara.
Keselamatan Jadi Prioritas
Sambil menunggu penanganan, warga diimbau tidak memaksakan diri menyeberang ketika arus sungai deras atau permukaan air meningkat.
Guru, siswa dan masyarakat juga diminta mengutamakan keselamatan serta segera berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila kondisi penyeberangan membahayakan.
GISK mendesak Pemkab Kolaka Timur segera turun ke lapangan, memastikan kondisi tiga titik tersebut, mengambil langkah pengamanan bila diperlukan, serta memberikan kepastian tindak lanjut kepada masyarakat.
*Jangan menunggu korban untuk bertindak*












