BULUKUMBA, JEJAKPANRITA.COM — Seorang peserta penyelaman (diving) berinisial lengkap Andre Bagus K.E. Sasmita, berusia 56 tahun, meninggal dunia setelah mengalami kondisi darurat saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Kambing, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/10/2026).
Korban diketahui merupakan karyawan swasta yang berdomisili di kawasan Palmerah Barat, Jakarta Selatan. Berdasarkan informasi awal, korban tiba di kawasan wisata Pantai Bira pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 16.00 Wita dan menginap di salah satu penginapan di kawasan tersebut.
Pada Sabtu pagi sekitar pukul 09.00 Wita, korban bersama sembilan orang rekannya berangkat menuju Pulau Kambing menggunakan dua unit kapal. Rombongan tiba sekitar pukul 09.45 Wita dan kemudian mempersiapkan perlengkapan untuk melakukan penyelaman.
Korban mulai menyelam sekitar pukul 11.40 Wita dengan didampingi dua orang pemandu selam (dive guide).
Saat penyelaman berlangsung di kedalaman sekitar 28 meter, salah seorang pemandu bernama Andi Badrul Fuad, 30 tahun, melihat korban tidak memberikan respons. Pemandu tersebut juga mendapati tidak adanya gelembung udara yang keluar dari peralatan selam korban.
Melihat kondisi tersebut, pemandu segera membawa korban ke permukaan dan mengangkatnya ke atas kapal. Korban kemudian diberikan bantuan oksigen selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sekitar pukul 12.55 Wita, korban tiba di Puskesmas Bontobahari. Namun, berdasarkan pemeriksaan awal oleh pihak medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia saat tiba di puskesmas.
Selanjutnya, sekitar pukul 14.40 Wita, jenazah korban dirujuk ke RSUD Bulukumba untuk penanganan lebih lanjut dan persiapan pemulangan ke Jakarta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga korban melalui komunikasi telepon berencana membawa jenazah ke Jakarta untuk disemayamkan di rumah duka.
Dua pemandu selam yang disebut dalam informasi awal kejadian tersebut adalah Andi Badrul Fuad, warga Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, serta Patta Saleh, 48 tahun, yang berdomisili di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Terkait penyebab kematian korban, informasi awal menyebutkan adanya dugaan bahwa kondisi kesehatan korban mungkin berpengaruh saat melakukan penyelaman pada kedalaman sekitar 28 meter. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pemeriksaan serta pendalaman oleh pihak berwenang.
Selain faktor kesehatan, sejumlah kemungkinan lain, termasuk kondisi peralatan selam dan prosedur keselamatan selama penyelaman, perlu diklarifikasi melalui pemeriksaan saksi, pengecekan peralatan, serta penelusuran terhadap rangkaian kejadian.
Pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berada di lokasi, termasuk rekan korban dan pemandu selam, menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut.
Peristiwa ini juga menjadi perhatian terhadap pentingnya penerapan standar keselamatan dalam kegiatan wisata penyelaman, khususnya pemeriksaan kondisi kesehatan peserta, kesiapan peralatan, serta prosedur penanganan keadaan darurat di bawah air.
Hingga informasi awal ini disusun, penyebab pasti meninggalnya korban belum dapat disimpulkan. Penentuan penyebab kematian dan ada tidaknya faktor kelalaian perlu menunggu hasil pemeriksaan serta penyelidikan resmi dari pihak berwenang.












