Sarawak,Jejakpanrita.com_Satgasus Bap3mi Lidik Pro koordinator II Riswan Kanro bersama wakil ketua Binpro Lidik Pro Sulsel, Hj.Masniah beserta pengurus Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Sulsel, Samsir mendesak pemerintah untuk menindak pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah Sarawak , Malaysia.Selasa 07 April 2026
Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan mereka terhadap para Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural yang terlantar akibat menghindar operasi dari kepolisian dan pejabat imigrasi Sarawak Malaysia.
Kepada media,Riswan Kanro mengatakan bahwa banyaknya PMI non prosedural yang lolos masuk ke Malaysia itu disebabkan karena tidak adanya ketegasan dari pemerintah Indonesia sendiri, terbukti bahwa pelaku TPPO bebas melakukan aksinya.
“Kami miris melihat para saudara kita yang lari masuk dan tidur dihutan bersembunyi untuk menghindari gempuran pejabat imigrasi Sarawak Malaysia,”ujar Riswan Kanro
Hal senada disampaikan oleh Hj.Masniah.Dirinya mengatakan, pemerintah perlu secara masif memberikan informasi dan edukasi kepada para PMI tentang apa dan bagaimana bekerja di luar negeri.
“PMI yang berangkat dengan jalur non prosedural tidak akan mendapat perlindungan yang memadai sehingga berpotensi mereka terlantar dan mendapatkan masalah besar apalagi sampai tertangkap pihak imigrasi,”ujar Hj.Masniah.
Sementara itu di tempat lain,pengurus JWI Samsir kepada media mengatakan, pemerintah Indonesia harus terus berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan para PMI dengan mengambil beberapa langkah signifikan.
“Pencegahan PMI non prosedural harus melibatkan beberapa pihak terutama pemerintah setempat yang tentunya lebih cepat mendapatkan informasi keberangkatan para PMI sehingga bisa langsung melaporkan ke pihak berwajib,”tutup Samsir













