Bulukumba,Jejakpanrita.com— Kantor Samsat Bulukumba diguncang aksi demonstrasi, Kamis (21/05/2026). Massa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) turun ke jalan menuntut pencopotan Kepala UPTD Samsat Bulukumba menyusul dugaan praktik pembayaran pajak kendaraan melalui rekening pribadi pejabat.
Aksi itu dipicu pengakuan seorang warga Kecamatan Herlang yang mengaku dipaksa mentransfer uang Rp4 juta ke rekening pribadi Kepala UPTD Samsat Bulukumba, Rudy Ramlan, usai terjaring razia kendaraan beberapa waktu lalu.
Warga tersebut mengaku uang yang ditransfer merupakan hasil pinjaman. Bahkan, seluruh saldo di rekeningnya disebut terkuras demi memenuhi permintaan pembayaran saat operasi pajak berlangsung.
Kasus ini langsung memantik kemarahan publik dan menjadi sorotan tajam mahasiswa. Dalam orasinya, massa HMI menilai dugaan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan kewenangan yang mencoreng wajah pelayanan publik di Bulukumba.
“Kalau benar pembayaran negara dialihkan ke rekening pribadi pejabat, ini bukan lagi soal pelayanan buruk, tetapi dugaan praktik yang harus diusut tuntas,” tegas salah satu jenderal lapangan aksi.
Dalam orasinya, massa aksi menuntut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serta instansi terkait segera mengambil langkah tegas terhadap pejabat yang diduga terlibat.
Tak hanya menuntut pencopotan pejabat terkait, HMI juga menyerukan reformasi total pelayanan Samsat yang dinilai mulai kehilangan kepercayaan masyarakat.
Sepanjang aksi berlangsung, demonstran membawa spanduk bertuliskan kritik keras terhadap dugaan praktik pungutan dan pembayaran nonprosedural. Aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan di sekitar lokasi aksi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD Samsat Bulukumba belum memberikan penjelasan resmi terkait tuntutan demonstran maupun dugaan transfer dana ke rekening pribadi pejabat.













