Dipenuhi Sampah dan Bau Busuk ; Kebersihan Pasar Tanah Beru, Bontobahari Disorot Pengunjung

Oplus_16908288

Bulukumba,Jejakpanrita.com– Kondisi kebersihan dan penataan Pasar Tanah Beru menjadi sorotan sejumlah pengunjung. Pasar dinilai tidak tertata dengan baik dan mengalami penurunan kebersihan dibandingkan kondisi sebelumnya.

Beberapa pengunjung pasar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya saat berbelanja di Pasar Tanah Beru. Menurut mereka, kondisi pasar saat ini terlihat semrawut, kurang bersih, dan tidak mencerminkan kenyamanan bagi pengunjung.

“Pasar Tanah Beru ini bukan hanya soal penarikan retribusi. Yang paling penting adalah keindahan, kebersihan, dan penataan pasar. Sekarang terlihat tidak tertata, di sana-sini semrawut,” ujar salah seorang pengunjung.

Para pengunjung berharap pengelola pasar dan koordinator pasar dapat segera melakukan pembenahan, khususnya dalam hal kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penataan lapak pedagang agar pasar kembali nyaman dan tertib seperti sebelumnya.

Sorotan ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pihak terkait, mengingat pasar tradisional merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang seharusnya dikelola dengan baik, bersih, dan manusiawi, tidak hanya berfokus pada pemungutan retribusi semata.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Pasar Tanah Beru, Sudirman, belum dapat dimintai keterangan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui nomor WhatsApp yang bersangkutan tidak mendapatkan respons.

Sesuai tugas dan fungsi koordinator pasar, yang bersangkutan memiliki tanggung jawab dalam pengawasan kebersihan, penataan lapak pedagang, ketertiban lingkungan pasar, serta memastikan kenyamanan pengunjung. Kondisi Pasar Tanah Beru yang dinilai tidak tertata dan kurang bersih tersebut dinilai bertolak belakang dengan fungsi koordinatif yang seharusnya dijalankan.

Para pengunjung berharap adanya evaluasi dan pembenahan serius dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait agar Pasar Tanah Beru kembali tertib, bersih, dan nyaman sebagaimana sebelumnya.

Bahkan, sejumlah pengunjung secara tegas berharap kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba agar melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan penggantian koordinator pasar yang dinilai hanya fokus pada penarikan retribusi tanpa diimbangi dengan pengelolaan kebersihan, keindahan, dan penataan pasar.

Menurut pengunjung, pasar tradisional tidak cukup dikelola dengan penarikan retribusi semata, tetapi membutuhkan kepemimpinan lapangan yang peduli terhadap kenyamanan, kebersihan, dan estetika pasar demi kepentingan pedagang dan masyarakat.

Keluhan juga datang dari pedagang Pasar Tanah Beru. Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa pasar terkesan dibiarkan begitu saja tanpa penataan yang jelas.

“Pasarnya ini sebenarnya luas sekali, tapi seperti dibiarkan terbengkalai tanpa pengelolaan yang jelas. Banyak rumah atau kios yang kosong, tidak dimanfaatkan dengan baik. Yang dipentingkan hanya retribusi dan PAD,” ujar pedagang tersebut.

Pedagang itu juga menambahkan bahwa kehadiran koordinator pasar dinilai minim. Kuat dugaan, bahwa koordinator pasar hanya terlihat datang saat pengambilan setoran retribusi, sementara persoalan penataan, kebersihan, dan banyaknya kios kosong tidak mendapat perhatian serius.

Kondisi banyaknya rumah atau kios pasar yang kosong tersebut dinilai mencerminkan lemahnya pengelolaan pasar, padahal Pasar Tanah Beru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.