Daerah  

Pemilihan Kepling di Bontokamase Dibatalkan, GISK Soroti Salah Satu Paslon Yang Diduga Tidak Kooperatif

BULUKUMBA,JEJAKPANRITA.COM –Pemilhan Kepling di Lingkungan Bontobeang,Kelurahan Bontokamase, Kecamatan Herlang mendapatkan sorotan tajam dari Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK) usai pemilihan ditunda atas ketidak hadiran salah satu Paslon dan beberapa masyarakat yang mendapatkan undangan tak kunjung datang.Rabu ,13 Mei 2026

GISK menyoroti sikap salah satu pasangan calon (paslon) Kepala Lingkungan yang dinilai tidak kooperatif karena tidak menghadiri undangan resmi dari panitia pemilihan tanpa memberikan keterangan yang jelas.

Ketidakhadiran tersebut menjadi perhatian publik, mengingat proses pemilihan Kepala Lingkungan merupakan bagian dari demokrasi di tingkat masyarakat yang menuntut komitmen dan tanggung jawab dari setiap calon yang ikut serta.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kaharuddin Pengurus Dewan Pimpinan Provinsi Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK,menyampaikan bahwa sikap tidak kooperatif tersebut mencerminkan kurangnya keseriusan dalam mengikuti tahapan pemilihan.

“Seharusnya setiap paslon menunjukkan itikad baik dengan hadir dalam setiap undangan resmi. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat,” ujar Kaharuddin

Menurutnya, ketidakhadiran tanpa alasan yang sah tidak hanya menghambat jalannya proses pemilihan, tetapi juga berpotensi merugikan warga yang telah menunggu pelaksanaan pemilihan dengan penuh harapan.

Kaharuddin yang hadir di lokasi pemilihan yang tak lain adalah Warga Kel.Bontokamase ini  mendorong panitia pemilihan untuk bersikap tegas dan transparan dalam mengambil keputusan, apakah paslon yang bersangkutan dianggap gugur atau mengundurkan diri atau tetap diberikan kesempatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, pihak panitia menyatakan akan melakukan evaluasi dan koordinasi lebih lanjut guna menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penjadwalan ulang atau penetapan keputusan administratif terhadap paslon yang tidak hadir.

Warga berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menghargai proses demokrasi dan menunjukkan komitmen yang jelas dalam setiap tahapan pemilihan.

GISK menegaskan pentingnya integritas dan tanggung jawab dari setiap calon pemimpin, terutama di tingkat lingkungan, karena hal tersebut menjadi dasar kepercayaan masyarakat dalam menentukan pilihan