Bulukumba,Jejakpanrita.com — Tragedi tenggelamnya adek Elmi di Wisata Tebing Apparalang menyimpan duka yang mendalam setelah dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam tanpa adanya bantuan penyelamatan yang memadai di lokasi kejadian yang berlangsung Minggu, 07/06/2026.
Peristiwa ini menjadi sorotan serius atas lemahnya pengawasan serta pembiaran terhadap aktivitas wisata yang diduga ilegal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat insiden terjadi tidak terdapat petugas penyelamat, fasilitas keselamatan, maupun sistem pengawasan yang seharusnya menjadi standar minimum di sebuah destinasi wisata. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian yang tidak bisa lagi ditoleransi.
Ketua Umum Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK dengan tegas mengecam keras kejadian ini dan menilai bahwa tragedi tersebut bukan sekadar musibah, melainkan akibat dari pembiaran sistemik terhadap aktivitas wisata tanpa izin.
“Ini bukan sekadar kecelakaan, ini adalah kelalaian yang dibiarkan terjadi. Ketika wisata tanpa izin terus beroperasi tanpa pengawasan, maka kita sedang menunggu korban berikutnya. Negara tidak boleh kalah oleh pembiaran.”ujar ketua umum GISK
Andi Riyal juga menegaskan bahwa setiap destinasi wisata khususnya yang ada di Kab.Bulukumba wajib memenuhi standar keselamatan, termasuk ketersediaan petugas terlatih, alat penyelamatan, serta izin operasional yang sah. Tanpa itu, aktivitas tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
“Berapa nyawa lagi yang harus melayang baru wisata ilegal ditutup?!,
Wisatawan tenggelam tanpa bantuan, tanpa penjaga, tanpa perlindungan!
Ini bukan kecelakaan.
Ini PEMBIARAN! Ini KEGAGALAN!
Ketika tempat berbahaya dibiarkan beroperasi, maka negara sedang ikut bertanggung jawab atas kematian itu,”tegasnya
Lembaga GISK mendesak jangan tunggu korban berikutnya!
Tutup semua wisata ilegal sekarang juga, atau bersiaplah menanggung darah yang terus jatuh!
Tuntutan GISK:
1. Mendesak pemerintah daerah dan aparat terkait untuk segera menutup seluruh aktivitas wisata Apparalang yang diduga ilegal.
2. Melakukan investigasi menyeluruh terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab.
3. Menetapkan standar keselamatan yang ketat dan memastikan implementasinya di seluruh lokasi wisata.
4. Memberikan sanksi tegas kepada pengelola yang terbukti lalai.
GISK menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang akibat kelalaian dan pembiaran yang berulang












