GISK Soroti Pamsimas Caramming, Bontotiro. Enam Bulan Mandek,Warga Biayai Sendiri dan Kini Diambil Alih Sepihak

Bulukumba,Jejakpanrita.com_ Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di wilayah Desa Caramming, Kecamatan Bontotiro menjadi sorotan setelah selama kurang lebih enam bulan tidak berfungsi tanpa kejelasan.

Diketahui sebelumnya masyarakat sempat kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih akibat sistem yang terbengkalai.

Di tengah kondisi tersebut, seorang warga secara mandiri mengambil inisiatif untuk memperbaiki dan menghidupkan kembali jaringan Pamsimas dengan menggunakan biaya pribadi.Upaya ini akhirnya membuahkan hasil hingga air kembali mengalir dan masyarakat bisa kembali menikmati akses air bersih.

Namun ironisnya, setelah sistem kembali berjalan normal, muncul pihak-pihak yang tiba-tiba mengambil alih pengelolaan tanpa transparansi dan tanpa menghargai upaya warga yang telah berkorban secara materi dan tenaga.

“Selama enam bulan tidak ada yang peduli. Saat mati, semua diam. Tapi saat sudah hidup, tiba-tiba ada yang datang menguasai tanpa kami ketahui siapa yang tunjuk sebagai pengelola.Ini tidak adil,” ujar Ali Ismail saat ditemui media Rabu 10/06/2026

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar bagi Ali Ismail yang tak lain adalah warga Desa Caramming yang berusaha berinisiatif untuk membiayai Pamsimas selama ini hingga air berhasil mengalir dari kurang lebih 170 rumah.

Di mana peran pengelola selama sistem tidak berjalan?
Mengapa tidak ada intervensi dari pihak terkait saat masyarakat kesulitan air?
Atas dasar apa pengambilalihan dilakukan setelah sistem kembali aktif?,”Ujar Ali Ismail dengan nada tegas

Ali Ismail juga menyampaikan Meski harus mengeluarkan biaya pribadi, ia mengaku tidak mempermasalahkan kerugian yang dialaminya.Baginya, yang terpenting adalah air bisa kembali mengalir dan dimanfaatkan oleh masyarakat Caramming

“Kerugian bukan persoalan bagi saya, yang penting masyarakat bisa menikmati air bersih kembali,” ungkapnya.

Namun, di balik niat baik tersebut, muncul kekecewaan mendalam. Setelah sistem air berhasil diperbaiki dan kembali berfungsi, tiba-tiba muncul pihak lain yang mengambil alih pengelolaan Pamsimas tanpa adanya komunikasi ataupun pemberitahuan sebelumnya.

Menanggapi hal tersebut Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando GISK mendesak adanya kejelasan status pengelolaan serta transparansi dalam operasional Pamsimas yang ada di Desa Caramming agar tidak terjadi konflik dan ketidakadilan di tengah warga.

“Jangan sampai masyarakat yang berjuang justru disingkirkan. Ini bukan hanya soal air, tapi soal keadilan,” tegas Ketua Umum GISK Andi Riyal

Andi Riyal berharap pemerintah setempat segera turun tangan untuk:
Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pamsimas
Menjamin keadilan bagi warga yang telah berinisiatif memperbaiki sistem
Menetapkan pengelolaan yang transparan dan berpihak pada kepentingan masyarakat

“Kasus ini menjadi cerminan bahwa lemahnya pengawasan dan tanggung jawab dalam pengelolaan program publik dapat memicu konflik sosial serta merugikan masyarakat yang justru menjadi tulang punggung keberlangsungan program tersebut.Jika tidak segera diselesaikan.

Dikhawatirkan konflik ini akan memicu ketegangan sosial dan merusak semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat,”tutupnya