Puluhan Anak Dilarikan ke Puskesmas Bontobahari, Diduga Keracunan Makanan di Acara Pesta

oplus_1024

Bulukumba,Jejakpanrita.com– Puluhan anak di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, dilarikan ke Puskesmas Bontobahari setelah diduga mengalami keracunan makanan usai menghadiri sebuah pesta yang berlangsung di wilayah Bontokadieng, Kelurahan Tanah Beru, pada Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para anak tersebut mengalami gejala berupa mual, muntah-muntah, dan kondisi tubuh yang melemah beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang disajikan dalam acara tersebut.

Dugaan sementara, gejala yang dialami para korban berkaitan dengan konsumsi hidangan daging yang disajikan saat pesta berlangsung.

Warga yang mengetahui kondisi anak-anak tersebut segera membawa mereka ke Puskesmas Bontobahari untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah tenaga kesehatan langsung memberikan perawatan guna mencegah kondisi para korban semakin memburuk.

Salah seorang warga setempat mengungkapkan bahwa para anak mulai mengeluhkan sakit perut dan muntah-muntah setelah pulang dari acara pesta.

“Awalnya beberapa anak mengeluh sakit perut, kemudian muntah-muntah. Setelah itu jumlahnya semakin banyak sehingga langsung dibawa ke puskesmas,” ujar seorang warga.

Hingga berita ini diturunkan, pihak tenaga kesehatan masih melakukan pemeriksaan terhadap para korban untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Sementara itu, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan diharapkan dapat diperiksa lebih lanjut guna mengetahui sumber masalah secara pasti.

Pihak keluarga korban berharap seluruh anak yang menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Sementara masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga setempat mengingat jumlah korban yang cukup banyak dan sebagian besar merupakan anak-anak yang menghadiri acara pesta tersebut. Informasi lebih lanjut masih menunggu keterangan resmi dari pihak kesehatan dan instansi terkait.

Penulis: AndisEditor: Redaksi