Daerah  

Aktivis Lingkungan,Arif Dinata Sebut Perusahaan Petrokimia Potensi Timbulkan Dampak Negatif Signifikan Terhadap Lingkungan.

Bulukumba,Jejakpanrita.com_Hadirnya rencana perusahaan pupuk petrokimia (seperti pabrik urea, amonia, dan kilang minyak) di Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, berpotensi menimbulkan dampak negatif signifikan terhadap lingkungan, ekosistem, dan laut sebagai objek pariwisata, meskipun proyek ini masih dalam tahap perencanaan MoU sejak 2024.

Masyarakat lokal dan aktivis lingkungan,Arif Dinata menolak keras karena khawatir akan menimbulkan pencemaran dari limbah industri.

“Dampak Lingkungan Industri petrokimia dapat menghasilkan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) seperti logam berat (Cd, Cr, Cu, Ni, Pb, Zn), yang mengkontaminasi tanah dan udara melalui emisi serta pembuangan tidak terkendali,”ujar Arif

Limbah cair dan gas juga berisiko mencemari udara, menyebabkan hujan asam, eutrofikasi, dan pemanasan global, meskipun Pupuk Kaltim mengklaim upaya mitigasi seperti pengurangan emisi.

Di Bontobahari, proyek ini mengancam kawasan hutan konservasi Tanah Lemo.

Dampak EkosistemPencemaran kimia dari produksi pupuk dan kilang minyak dapat merusak mangrove, terumbu karang, plankton, dan biota laut melalui toksisitas yang menghambat reproduksi serta pertukaran oksigen di air.

Di wilayah pesisir Bulukumba, ini mengganggu habitat buaya muara, lamun, dan nekton, mirip kasus industri serupa di tempat lain.Petani karang lokal khawatir kehilangan usaha konservasi terumbu karang.

Di akhir wawancara,Arif menambahkan bahwa proyek ini akan berdampak negatif terhadap laut dan Pariwisata Laut Bontobahari dekat Pantai Bira dan Lemo-lemo, objek wisata utama yang menyumbang PAD Bulukumba melalui retribusi dan ekonomi lokal sejak 1990-an, berisiko tercemar minyak serta bahan kimia, mengurangi daya tarik wisatawan.

“Masyarakat pesisir takut “kematian” pariwisata karena pencemaran pantai, merusak ekosistem ikan dan rumput laut yang vital bagi nelayan serta wisatawan.Proyek ini dinilai bertentangan dengan ekonomi hijau dan transisi energi,”tutupnya