Daerah  

KMPI Ultimatum Aksi Jilid III: Desak Polda Sulsel Bongkar Dugaan Mafia BBM di Sinjai

Makassar,Jejakpanrita.com— Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) Wilayah Sulawesi Selatan kembali melontarkan ultimatum keras kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan terkait mandeknya penanganan dugaan mafia BBM di Kabupaten Sinjai.

KMPI memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa Jilid III di Mapolda Sulsel dalam waktu dekat.

Koordinator Aksi KMPI Sulsel, Wahid, menegaskan bahwa hingga saat ini penanganan kasus dugaan penimbunan dan penyelundupan BBM di Sinjai tidak menunjukkan perkembangan signifikan dan terkesan dibiarkan berlarut-larut.

“Kami menilai proses penanganan dugaan mafia BBM di Sinjai jalan di tempat. Tidak ada langkah penyelidikan yang serius dan transparan. Ini menimbulkan kecurigaan publik,” tegas Wahid kepada wartawan, Jumat.

Menurut Wahid, aksi unjuk rasa Jilid I dan II yang telah digelar di Mapolda Sulsel sejauh ini hanya menjadi formalitas, tanpa tindak lanjut nyata dari institusi kepolisian.

“Aksi sebelumnya seolah hanya dijadikan pelengkap administrasi. Tidak ada kejelasan sejauh mana penyelidikan berjalan, siapa yang diperiksa, dan apa hasilnya,” ujarnya.

Dalam aksi Jilid III mendatang, KMPI secara khusus akan menuntut Polda Sulsel untuk membuka secara terbuka progres penyelidikan dan pemeriksaan terhadap salah satu SPBU di Kabupaten Sinjai yang diduga kuat terlibat dalam praktik mafia BBM.

Tak hanya itu, KMPI juga secara tegas mendesak Propam dan Paminal Polda Sulsel agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Kasat Reskrim Polres Sinjai serta unit Tipiter Polres Sinjai.

“Kami menduga adanya unsur pembiaran terhadap aktivitas mafia BBM di Sinjai. Jika benar tidak ada pembiaran, maka buktikan dengan langkah hukum yang tegas dan terbuka,” kata Wahid.

KMPI menilai praktik mafia BBM bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama di tengah sulitnya akses BBM bagi rakyat kecil.

“Jika aparat penegak hukum terus diam, maka patut dipertanyakan komitmen negara dalam memberantas kejahatan terorganisir. KMPI akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas,” pungkas Wahid.