Daerah  

Penataan Pelabuhan Bira Dimulai, UPT ASDP Tegaskan Aturan Berlaku untuk Semua

BULUKUMBA , JEJAKPANRITA.COM— Unit Pelaksana Teknis (UPT) ASDP Bira pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan mulai menindaklanjuti hasil rapat koordinasi terkait persoalan penggunaan dan penataan kawasan Pelabuhan Bira.

Tindak lanjut tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar Senin, 21 September 2026, di Ruang Rapat Kantor UPT ASDP Bira. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan pada 14 September 2026.

Rapat dihadiri unsur pemerintah, TNI/Polri, instansi perhubungan, pengelola pelabuhan, Pemerintah Desa Bira, pemilik kapal Phinisi, serta perwakilan nelayan.

Plt. Kepala UPT ASDP Bira pada Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hj. Andi Nur Diyana, ST., M.Si., menegaskan bahwa seluruh pengguna Pelabuhan Bira harus mematuhi aturan dan bersama-sama menjaga keamanan, kebersihan serta kenyamanan kawasan pelabuhan.

> “Setiap pengguna pelabuhan harus taat pada aturan dan sepakat menjaga keamanan serta kebersihan lingkungan Pelabuhan Bira,” tegasnya.

 

Usai rapat, Plt. Kepala UPT ASDP Bira bersama unsur terkait langsung turun meninjau kondisi kawasan pelabuhan untuk melihat berbagai hal yang perlu ditata, khususnya menyangkut keamanan, kebersihan dan ketertiban.

GM ASDP Selayar, Rizal Agustiar, berharap persoalan Pelabuhan Bira menjadi perhatian bersama sehingga seluruh pengguna dapat beraktivitas dengan aman. Ia juga menyoroti keberadaan tali jangkar kapal yang membentang di perairan pelabuhan karena berpotensi mengganggu pergerakan kapal Ferry.

> “Kami berharap konflik ini menjadi perhatian bersama agar semua pengguna Pelabuhan Bira merasa aman dan tidak terganggu. Keberadaan nelayan dan Phinisi diharapkan dapat bekerja sama menjaga ketertiban, apalagi tali-tali jangkar kapal yang membentang dapat membahayakan kapal Ferry,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bulukumba, Idham Haliq, S.STP., M.Si., menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Pelabuhan Bira harus segera diselesaikan melalui penataan yang tertib dan mengedepankan kepatuhan terhadap aturan.

> “Saya harapkan terakhir rapat koordinasi ini yang dibahas konflik Pelabuhan Bira. Semua unsur yang menggunakan Pelabuhan Bira harus menghormati dan taat pada aturan serta berkomitmen untuk menjaga kebersihan dan keamanan Pelabuhan Bira,” tegasnya.

 

Kepala Desa Bira, Murlawa, turut mendukung upaya menjaga kebersihan pelabuhan. Pemerintah desa siap mendukung pengelolaan sampah dengan menyediakan armada pengangkut sampah, dengan mekanisme yang disesuaikan dengan Peraturan Desa (Perdes).

Perwakilan nelayan sekaligus Ketua Umum Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK), Andi Riyal, mengapresiasi langkah UPT ASDP Bira yang dinilai menunjukkan komitmen untuk menata dan menyelesaikan persoalan di kawasan pelabuhan.

> “Kami mengapresiasi langkah Plt. Kepala UPT ASDP Bira yang siap menertibkan dan menyelesaikan persoalan di Pelabuhan Bira,” ujarnya.

 

Dengan adanya tindak lanjut tersebut, penataan Pelabuhan Bira diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret dengan melibatkan seluruh pihak yang menggunakan kawasan pelabuhan.