BULUKUMBA, JEJAKPANRITA.COM— SMP Negeri 32 Bulukumba menggelar kegiatan Deklarasi Satu Guru Satu Inovasi yang diawali dengan penyajian materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah Kabupaten Bulukumba, Kamis (5 November 2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang guru SMP Negeri 32 Bulukumba tersebut Bapak Umar S.Ag.,M.Pd.I. selaku Kepala Sekolah menghadirkan Endang Muliani dari Bidang Inovasi dan Kajian Evaluasi (Icafe) Bapperida Kabupaten Bulukumba sebagai pemateri.
Kegiatan ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Hari Belajar Guru, yang menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kreativitas tenaga pendidik dalam mengembangkan inovasi di lingkungan sekolah.
Sebanyak 37 guru SMP Negeri 32 Bulukumba hadir mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya inovasi daerah, mulai dari proses menggali ide, merancang program inovatif hingga mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan.
Deklarasi Satu Guru Satu Inovasi ini juga merupakan bagian dari pencanangan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bulukumba, Andi Buyung, dengan target yang lebih tinggi, yakni satu guru menghasilkan dua inovasi. salah satu inovasi sekolah yang diaplikasikan adalah DINDING SUARA SISWA dimana area dinding yang dirancang dan dimanfaatkan khusus sebagai media pembelajaran visual maupun interaktif. Konsep ini memanfaat ruangan fisik—seperti ruang kelas hingga koridor sekolah—agar dinding tidak sekadar menjadi pembatas ruangan, melainkan sumber belajar pasif maupun aktif.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong setiap guru untuk tidak hanya menjalankan tugas pembelajaran secara rutin, tetapi juga terus melahirkan gagasan kreatif dan terobosan baru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 32 Bulukumba diharapkan dapat menjadi salah satu sekolah yang aktif mengembangkan budaya inovasi, baik dalam proses pembelajaran, pengelolaan kelas maupun pelayanan pendidikan.
Dengan semangat Hari Belajar Guru, deklarasi ini menjadi langkah awal membangun komitmen bersama bahwa guru tidak hanya menjadi tenaga pengajar, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak perubahan melalui berbagai inovasi yang bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat.












