Daerah  

COFFEE MORNING UPT ASDP PELABUHAN BIRA PERKUAT SINERGI LINTAS INSTANSI, GISK: PELAYANAN DAN KESELAMATAN HARUS JADI PRIORITAS

Oplus_16908288

BULUKUMBA, JEJAKPANRITA.COM– UPT ASDP Pelabuhan Bira menggelar kegiatan Coffee Morning yang menghadirkan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Erwin, Plt. Kepala UPT ASDP Pelabuhan Bira, serta sejumlah unsur pemerintah, aparat keamanan, instansi teknis, perwakilan masyarakat, dan lembaga kontrol sosial.

Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum koordinasi untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pengembangan Pelabuhan Bira agar semakin profesional, aman, tertib, bersih, dan nyaman.

Turut hadir Kadis Perhubungan Kabupaten Bulukumba, GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Selayar, Kepala UPP Kelas II Bulukumba, Camat Bontobahari, Polairud Bira, TNI AL, KP3, UPT Pariwisata Tanjung Bira, Karantina Kesehatan, Karantina Indonesia, Kepala Desa Bira, perwakilan kapal Phinisi, koordinator nelayan, serta Lembaga Gerakan Intelektual Satu Komando (GISK).

Andi Erwin: Sinergi Jadi Kunci Pengembangan Pelabuhan

Kehadiran Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Erwin, menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.

Pengembangan Pelabuhan Bira membutuhkan kerja sama berkelanjutan, baik dalam peningkatan infrastruktur, keselamatan pelayaran, pengaturan operasional maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sementara itu, Plt. Kepala UPT ASDP Pelabuhan Bira Ir.Hj.Andi Nur Diyana,ST.,M.Si menegaskan pentingnya membangun komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, pengelolaan pelabuhan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Masukan, kritik, dan saran menjadi bagian penting dalam evaluasi demi meningkatkan keselamatan, kebersihan, ketertiban, serta kenyamanan pelayanan.

Sementara dalam kesempatan tersebut Ketua Umum GISK, Andi Riyal, menyampaikan apresiasi kepada Plt. Kepala UPT ASDP Pelabuhan Bira atas keterbukaan dan inisiatif menghadirkan berbagai unsur, termasuk lembaga kontrol sosial.

“Atas nama GISK, kami mengapresiasi langkah Plt. Kepala UPT yang telah membuka ruang komunikasi. Kritik jangan dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap perbaikan pelayanan publik,” tegas Andi Riyal.

Ia menambahkan, GISK tidak hanya hadir untuk mengkritik, tetapi juga membawa gagasan dan mengawal kepentingan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan Pelabuhan Bira harus memperhatikan seluruh pengguna kawasan, termasuk nelayan, kebutuhan bongkar muat hasil tangkapan ikan, kapal Phinisi, serta aspek keselamatan dan ketertiban operasional.

“Jangan sampai kita berbicara tentang kemajuan pelabuhan, tetapi masih ada kepentingan masyarakat yang belum mendapatkan solusi. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan perlindungan kepentingan nelayan dan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Andi Riyal berharap Coffee Morning tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menghasilkan tindak lanjut dan langkah konkret.

GISK, lanjutnya, siap menjadi mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal pengembangan Pelabuhan Bira.

Pelabuhan Bira merupakan salah satu pintu strategis transportasi laut yang menopang sektor ekonomi, perdagangan, pariwisata, dan kehidupan masyarakat pesisir Bulukumba.

Karena itu, kemajuan pelabuhan tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas pelayanan, jaminan keselamatan, keterbukaan komunikasi, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.

Melalui Coffee Morning ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat dan berkelanjutan sehingga setiap persoalan dapat diselesaikan melalui koordinasi dan tanggung jawab bersama.

Pelabuhan maju bukan hanya tentang fasilitas yang megah, tetapi tentang pelayanan yang berkualitas, keselamatan yang terjamin, dan manfaat nyata bagi masyarakat.